Keberadaan makhluk yang diciptkan oleh
Allah merupakan suatu bukti kecintaan terhadap makhluknya, berbeda-beda, bersuku-suku, dan beragam jenis rupa perwujudannya.
Setiap makhluk yang ia ciptakan berlandaskan cinta dan mencintai, baik terhadap jenisnya, maupun jenis lain.
Sehingga, keberlangsungan hidup ini terjadi keseimbangan.
Keseimbangan ini tercipta karena cinta dan saling mencintai antar satu sama lain, saling memiliki dan melestarikan.
Cinta yang tidak terarah dan hanya memerhatikan kepetingan sendiri akan mengakibatkan ketidak seimbangan yang mengakibatkan kerusakan ekosistem, sebab hanya cinta telah membabi buta dalam keinginan nafsunya.
Maka perlu diperhatikan dalam aktualisasi cinta harus terukur dan terarah sehingga melahirkan kebahagiaan dan ketentraman dalam kehidupan. Tapi disisi lain cinta yang terlalu telah membuat candu dalam aktualisasi kehidupannya. Sebab, segala sesuatu yang diatasnamakan cinta akan menghipnotis jiwa dan perilaku bagi seseorang dalam hidupnya.
Meskipun cinta ini sangat berarti, tapi tidak semestinya cinta harus berkuasa dalam diri kita, jika hal itu terjadi maka cinta mengendalikan jiwa dan pikirannya untuk bertindak dan berperilaku sesuai dengan kemauannya.
Cinta yang baik itu proporsional, mampu mengendalikan sesuai dengan kebutuhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar